Football

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 77

Posted by

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 77

Jodha menangis tersedu-sedu di dalam kamar yang terisolasi. Jodha teringat bagaimana Jalal memasukan dirinya kekamar ini dan menyuruhnya tidur di sini malam ini. Jalal ingin Jodha berpikir dan merenungkan apa yang telah dia lakukan, dan besok Jalal akan datang untuk membawa dia kembali ke kamarnya. Ketika Jodha bertanya kenapa Jalal gak membiarkan orang lain tau kalau dia ada di kamar ini. Jalal menjawab kalau dia gak ingin rakyatnya tau apa yang telah di lakukan Jodha, gak ingin mereka melihat Jodha dalam keadaan seperti ini, karna gak pantas bagi seorang ratu. Lalu Jalal meninggalkan Jodha terkurung di kamar ini. Teringat itu, Jodha kembali menangis tersedu-sedu sambil menyembunyikan kepalasnya dintara kedua lutut.

http://cuyexsputra.blogspot.com/2014/10/sinopsis-jodha-akbar-antv-episode-77.html
Jalal sedang duduk di balkon seorang diri memikirkan apa yang sudah terjadi. Jalal mengamati bajunya yang basah, dia melihat beberapai helai rambut menempel di sana. Jalal memgambil rambut itu dan menatapnya. Itu adalah rambut Jodha. Dia teringat bagaimana rambut itu bisa berada di sana. Waktu menyelamatkan Jodha, rambut Jodha sempat melingkari di leher Jalal. Jalal berdiri dan melingkarkan rambut itu di jari telunjuknya sambil membayangkan perkataan Jodha di kuil dewi Amba beberapa waktu lalu saat jalal menyamar sebagai pengemis. Di tempat itu Jodha membela Jalal di depan rakyatnya yang sedang membicarakan dia. Jodha mengatakan pada mereka kalau Jalal adalah raja mereka, telah disumpah untuk melindungi mereka tapi kenapa mereka menghina dia seperti itu? Dalam kesempatan itu juga Jodha berhasil mengenali Jalal yang sedang menyamar sebagai pengemis. Jalal juga teringat perkataan Jodha tadi siang, Jodha bertanya kenapa Jalal menyelamatkan dirinya, apa yang ingin di buktikan oleh jalal? Apakah Jalal ingin membuktikan kalau dia menguasai hidup dan mati Jodha? Jalal terbayang bagaimana mereka begitu dekat saat mengendarai kuda bersama. Jalal larut dalam lamunannya hingga gak sadar kalau Maham angga telah berdiri di belakangnya.

Mahal melihat Jalal sedang menatap rambut yang melingkar dijarinya. Maham memanggil nama Jalal. Jalal segera menoleh dan menyembunyikan rambut itu dari tatapan Maham. Maham bertanya, "ratu jodha kemana?"  Jalal menjawab kalau ratu johda ada di tempat di mana dia seharusnya berada. Maham mengatakan kalau dia gak mengerti dan bertanya dimana sebenarnya Jodha berada. Jalal mengatakan ada sebuah tempat untuknya di istana ini, dia membawa Jodha kesana melalui jalan rahasia. Maham bertanya kenapa Jalal melakukan itu? Jalal menjawab, "bibi, aku tak mau orang lain tau salah satu ratuku kabur dari istana dan mencoba untuk bunuh diri. Jika aku gak sampai di sana tempat waktu, dia pasti sudah mati. Kenapa ratu Jodha bisa sebodoh itu dan berusaha bunuh diri?" Maham mengatakan kalau ratu Jodha gak ingin tinggal di Agra, dia ingin pulang ke Amer. Maham berpikir kalau Jalal telah membuat kesalahan besar dengan membawa Jodha kembali ke Agra, kenapa? Jalal menatap Maham dan mengatakan, "itu karna aku berpikir dia melakukan ini karna ada yang mengganggu pikirannya." Maham bertanya maksud Jalal apa? Jalal mengatakan kalau Jodha pasti terganggu dengan semua yang terjadi beberapa hari ini. Perasaanya pasti hancur karna mena menolak untuk membawanya pulang ke Amer, dan hubungan mereka berdua adalah hubungan yang gak ada artinya. Jodha kesepian dan gak punya jalan keluar. Jalal merasa dirinya dan Jodha berada di perahu yang sama. Maham mengatakan itu gak mungkin sama, karna jalal seorang Raja keturunan orang-orang besar. Jalal menjawab walaupun dirinya seorang jodha akbar 77araja bukan berarti dia gak merasakan penderitaan.  Dia pernah merasakan perasaan yang sama seperti yang di rasakan Jodha ketika Hamida dulu meninggalkan dirinya. Walaupun dia di kelilingi banyak orang tapi dia masih merasa kesepian. Seperti Jodha, walaupun kini telah menjadi keluarga dari Agra dan Amer, tapi hari ini dia berada di posisi dimana dia gak bisa tinggal di amer ataupun di agra. Seperti perasaan Jalal dulu saat  gak di terima di Delhi,  Agra, atau kabul.  Maham melarang Jalal menyusahkan dirinya sendiri dengan pikiran seperti itu.  Jalal mengatakan sangat penting baginya memikirkan hal itu. karna meskipun hubungannya dengan Jodha gak seperti hubungan yang normal, tapi realitanya dia telah menikahi Jodha dan membawa dia ke Agra sebagai ratunya, karna itu dia sendiri yang akan menjaganya. Jodha telah menjadi ratunya dan akan selalu menjadi ratunya. Hingga hari ini gak ada seorang ratu yang ingin kabur dari istananya, kecuali Jodha. Jalal tak ingin hal seperti itu terulang lagi. Maham tertegun mendengar penjelasan dan pembelaan jalal pada Jodha dan tak sanggup bicara apa-apa meski banyak hal terpikirkan di benaknya. Melihat Maham diam, Jalal mengatakan kalau dia ingin sendirian untuk beberapa waktu dan pergi meninggalkan Maham yang masih tertegun tak percaya. Ada ketakutan di mata Maham.

Sinopsis Jodha Akbar episode 77. Maham masuk ke kamarnya dengan banyak pikiran yang memenuhi kepalanya. Maham teringat dengan kutukan seorang pelayan yang mengatakan kalau harga diri Maham akan hancur, dia akan menyembah ratu beragama hindu. Lalu ucapan Pir beberapa waktu lalau yang mengatakan kalau ratu yang wajahnya pertama kali terkena sinar matahari akan pergi ke ajmer sharif bersama Jalal terngiang di telinganya. Maham terlihat sangat galau. Salima datang, maham memberitau Salima tentang perkataan Pir Allah Rakha  dan mengatakan kalau menurut Maham, Salimalah yang pantas pergi bersama Jalal.

Di kamarnya, Ruq dengan percaya diri mengatakan pada Hoshiyar kalau dirinya adalah ratu yang akan pergi menemani Jalal ke Ajmer sharif. Hoshiyar menyetujuinya dan mengatakan kalau Jodha gak mungkin mendapat kesempatan ini, hanya Ruq atau salima saja.

Di tempat Maham, Salima mengatakan kalau dia gak keberatan kalau gak mendapat kesempatan menemani Jalal, dia hanya kuatir pada ratu Jodha. Maham bertanya kenapa mengkhawatirkan ratu jodha? Maham mengatakan kalau kadang-kadang Salima sangat naif, sinar matahari terbit gak akan menyinarai wajah ratu Jodha, karna kamarnya terletak di bagian barat istana ini.

Di tempat lain, Ruq bertanya pada Hishiyar kamar mana di istana ini yang pertama kali di sinari matahari? Hoshiyar menjawab kalau dirinya gak tau. Ruq mengatakan kalau dia akan mengetauinya besok. Dan meminta Hoshiyar membuat persiapan untuk keberangkatannya besok.

Salima merasa kalau yang seharusnya menemani jalal ke Ajmer sharif adalah ratu Jodha, karna Jodha orang yang sangat baik. Maham mengatakan pada Salima kalau dengan mengatakan hal itu dia bukan hanya telah menghina dirinya sendiri tapi juga menghina ratu Ruqaiya. Salima mengatakan, "kalau begitu aku rasa lebih baik kalau kita tunggu saja sampai besok. Tuhan akan memberi petunjuk siapa yang akan pergi bersama yang mulia. Aku gak peduli siapa yang pergi besok, aku akan berdoa semoga yang mulia selamat dan bahagia. Semoga tuhan memberkati dia." Lalu salima berpamitan pada maham yang menatap kepergiannya dengan kesal.

Pagi harinya, Ruq dan hamida di iringi oleh Hoshiyar sedang berjalan menuju sebuah kamar yang terletak di bagian timur istana. Hoshiyar membuka gembok pintu kamar itu. Ruq mengatakan pada hamida, "Ami jaan (ibu), aku berharap akulah orang yang beruntung bisa menemani  yang mulia. Aku mohon doakan aku." Hamida mengamini perkataan Ruqaiya. Di kamarnya Salima sedang sembahnyang dan berdoa. Gembok telah terbuka, Hoshiyar mendorong pintu itu hingga terbuka lebar. Tepat pada saat itu cahaya matahari pagi menerobos kisi-kisi jendela menyinari  wajah dan tubuh Jodha yang tertidur di lantai menyandar di kaki sofa. Ruq dan Hoshiyar terperanjat. Hamida terlihat senang. Ruq dan Hamida melangkah masuk ke dalam kamar itu diikuti hoshiyar. Ruq bertanya, "kenapa ratu Jodha ada di kamar ini? bagaimana ini bisa terjadi ibu?" Hamida menjawab, "mungkin ini sudah keinginan tuhan, Ruqaiya. Ini sudah menjadi kehendak tuhan, jika sinar matahari pertama menyinari Jodha. Kita berdua gak tau kalau Jalal meminta Jodha tinggal di kamar ini. karna inilah kamar di istana ini yang pertama kali terkena sinar matahari terbit. Mungkin ini sudah takdir jodha. Dialah yang terpilih. Sesuai intruksi Pir sahab, maka Jodhalah yang akan menemani Jalal ke Ajmer sharif." Jodha terbangun, dia terkejut melihat Ruq dan hamida berdiri di depannya. Jodha segera bangkit dan memberi salam. Hamida menganggu. Ruq membalas salam Jodha lalu pergi dengan tatapan gak terima. Hoshiyar mengikuti Ruq. Jodha menatap Hamida dan mengatakan, "Ami jaan, aku ingin...." tapi jodha tak sangup melanjutkan kalimatnya, dia segera berlari memeluk hamida dan menangis dalam pelukannya.

Di kamar Jodha, Hamida sedang memeluk Jodha yang sudah berpakaian rapi layaknya seorang ratu. Hamida melepas pelukan Jodha dan mengatakan, "Johda, kalau pakaian kotor kita bisa melihat bekas boda di pakaian itu, tapi jika pakaiannya berwarna putih maka noda itu akan masih terlihat bahkan saat kau menyentuhnya. Hatimu sangat tulus dan bersih. Mulai sekarang aku mohon jangan lakukan apapun yang bisa merendahkan kehormatanmu. Kau harus menjadi contoh bagi rakyat Amer. Aku juga ingin kau menjaga kehormatanmu di masa depan." Jodha mengaku pada hamida kalau dirinya telah berbuat salah, tapi saat itu dia sedang sangat tertekan dan gak tau harus berbuat apalagi, "aku merasa kalau aku gak pantas berada disini dan aku merasa akan lebih baik jika aku mati." Hamida mengatakan semua orang terkadang mengalami masa-masa sulit  dan merasa gak punya tujuan. tapi bunuh diri bukan pilihan dan gak pantas bagi putri Amer apalagi bagi ratu Mughal. hamida memberitau Jodha kalau Jalal membawa dia kembali karna menganggap dia adalah ratunya, Hamida meminta Jodha menjaga kehormatan Jalal. Jodha bertanya bagaimana Hamida dan Ruq tau kalau dia ada di kamar itu? hamida mengatakan kalau dia dan ruq gak tau. Dia pergi kesana karna hidup jalal dalam bahaya. Jodha terkejut mendengarnya. Hamida mengatakan, "aku hanya mengikuti perintah pir Allah rakha sahab." Hamida mengulang apa yang telah di katakan oleh Pir Sahab pda Jodha. hamida mengatakan kalau manusia gak akan bisa melawan kehendak tuhan, "ini ironis, Jodha. Kau ingin meninggalkan Jalal dan semua orang, tapi kau yang di takdirkan untuk pergi ke ajmer sharif bersama dia." Jodha tak tau harus mengatakan apa, dia mengatakan, "tapi ibu, aku..." Hamida mengatakan bukan dia yang memilih Jodha, tapi takdir. Dan manusia gak akan dapat menghindari takdirnya sendiri, dia harus menerimanya. Jodha terdiam memikirkan ucapan hamida. hamida bertanya apa yang dipikirkan Jodha? hamida tau Jodha dan jalal sudah mengalami banyak masalah, tapi sebagai ibu, hamida meminta jodha...  Belum selesai Hamida mengatakan Jodha memotong ucapannya dengan mengatakan kalau dia akan pergi bersama Jalal. Jodha mengatakan, 'aku akan pergi bersama yang mulia bukan hanya karna sudah di takdirkan tapi aku pergi kesana karna aku tau itu akan membuat ibu bahagia." Hamida tertawa senang, mengelus kepala Jodha dan mengatakan, "semoga tuhan memberkatimu."

Sinopsis Jodha Akbar episode 77. Jalal sedang di mandikan pelayan, ketika ruq datang menemuinya. Melihat Ruq para pelayan pergi, dan Ruq menggantikan mereka memandikan Jalal. Ruq mengosok punggung Jalal dan memijat lehernya. Jalal sepertinya sudah hapal dengan sentuhan Ruq, dia tersenyum dan mengatakan, "apakah kau datang kesini untuk mengatakan kalau kau sedang marah?" Ruq dengan cemberut menjawab kalau Jalal sudah mengenalnya sejak kecil, jadi dia tak perlu lagi mengatakan kalau dia sedang sedih atau gembira. Jalal meraih tangan Ruq dan membalikan bdan. Jalal mengatakan, "aku tau kau sedang sedih dan aku tau bagaimana membuatmu bahagia. Pertama-tama kau harus memberitau aku kenapa kau sedih?" Ruq menjawab, "kalau kau berada di posisiku sekarang kau pasti juga akan sedih. Kenapa kau menyembunyikan masalah yang begitu besar dariku, Jalal? Kenapa?" Jalal tek mengerti maksud Ruq dan bertanya, "apa yang aku sembunyikan darimu?" Ruq bertanya apakah jalal pir Allah rakha sahab? Jalal menjawab ya, dia guru sufi. Ruq memberitau Jalal kalau Pir mengatakan ratu yang wajahnya pertama kali terkena sinar matahari akan pergi bersamanya ke Ajmer sharif dan berdoa untuknya. tapi waktu Ruq pergi ke kamar sebelah timur, ratu Jodha sudah ada di situ. Ruq bertanya kenapa dia bisa ada di sana? Kalau Jalal ingin mengajak Jodha ke Ajmer sharif, jalal seharusnya memberi tau dirinya. Agar dirinya gak terkejut. Jalal mengatakan kalau dia gak tau ramalan pir sahab. Dia hanya menyuruh Jodha tidur di kamar itu untuik merenungi kesalahannya bukan untuk mengajaknya ke Ajmer sharif. Jalal mengatakan kalau dia lebih senang pergi dengan Ruq. Kalau Ruq mau dia akan bicara dengan Hamida tentang hal ini. Tapi Ruq melarang. Dia tau Jalal akan berbicara dengan Hamida kalau Ruq memaksa, tapi ini masalah keselamatan Jalal, ramalan pir rakha sahab selalu benar. Jika Jodha memang di takdirkan pergi bersama jalal, ruq dapat  menerimanya. Ruq tersenyum penuh pengertian dan sudah gak marah lagi. Ruq meninggalkan Jalal, Jalal termangu memikirkan kata-kata ruq.

jodha akbar 77cSalima dan Jodha sedang berada di taman memberi makan merpati.  Salima mengatakan kalau dia bersyukur pada tuhan karna telah menjaga Jodha dan juga karna Jodha di beri kesempatan untuk menemani jalal pergi ke Ajmer sharif. Jodha mengatakan kalau dia kesana untuk kebahagiaan Hamida saja. Salima melarang Jodha berpikir begitu, "saat kau berdoa untuk seseorang, lakukan setulus hati, seperti saat kau melakukan puja setiap hari. benar-benar dengan tulus ikhlas. Aku yakin kau mengerti apa yang kukatakan. Tuhan hanya akan mengabulkan doa orang yang tulus.." salima meminta Jodha pergi ke Ajmer sharif dengan tujuan mendoakan keselamatan Jalal bukan untuk membahagiakan Hamida.

Jalal datang menghampiri Salima dan Jodha. Salima memberi salam. Jalal membalasnya dan bertanya, "apakah semuanya baik-baik saja? Apa rahim masih menledekmu dengan ejekan-ejekannya?" Salima tersenyum dan mengatakan, "dengan berkat tuhan semua baik-baik saja. Aku pergi dulu." Salima berpamitan pada Jodha dan Jalal. Jalal melihat Jodha sedang memberi makan merpati dan mengatakan, "burung gak hanya merasa lapar, tapi juga merasa haus." Jalal kemudian beranjak pergi mengambil se ember air dan menuangnya di bak khusus tempat minum merpati. sambil menuang air, mata jalal menatap Jodha yang balas menatapnya. Merpati berdatangan ke bak itu untuk minum. Jalal mengatakan pda Jodha kalau melakukan sesuatu harus di kerjakan sampai akhir, gak boleh setengah-setengah. Jodha dengan ketus membalas kata-kata Jalal, "bagaimana dengan orang yang membuat hidup oprang lain menjadi gak sempurna, yang mulia?" Jalal membuang muka dan dengan santai mengatakan kalau gak ada orang yang bisa menandingi Jodha dalam hal mencela. Kata Jalal, "ngomong-ngomong kau selalu melihatku dengan begitu jijik, lalu kenapa kau gak menolak untuk ikut bersamaku ke Ajmer sharif?" Jodha menjawab kalau Hamida yang ingin dia pergi ber sama Jalal. Jalal mengatakan itu artinya jodha gak akan melakukan apapun tanpa seizin Hamida, "kalau begitu saat kau memutuskan untuk kabur dan mencoba bunuh diri, apakah kau memberitau ami jaan (ibu)?" Jodha terdiam. Jalal mengatakan kalau dia sangat menghargai ibunya, dia juga percaya dengan ramalan pir sahab. Tapi jika terserah dia, maka seandainya Jodha adalah orang terakhir, dia gak akan meminta jodha mendoakan dirinya. Orang yang memandang rendah dirinya, gak akan pernah berdoa untuknya. karna itu dia meminta agar Jodha menolak pergi dengannya ke Ajmer sharif. Jalal beranjak akan pergi, tapi Jodha menahanya. Jodha mengatakan, "kau adalah raja dari sebuah kerajaan besar, kau memiliki kekuatan, tapi kenapa kau membutuhkan aku untuk bicara pada ibumu untuk sesuatu yang sangat mudah? Kenapa gak memberitau ibumu apa yang kau rasakan?"  Jalal mengatakan, "apakah kau pikir aku mampu menghadapai ibuku?" Jodha mengatakan, "aku gak tau dirimu, tapi aku tak bisa menolak apapun dari ibumu. Tapi jika berdoa dengan tulus yang diinginkan, tentu aku akan melakukannya. Itu karna aku merasa, jika raja bahagia dan selamat maka rakyatnya juga akan bahagia dan selamat. Dan sebagai seorang ratu, aku tentu akan berdoa untuk kebaikan rakyatku." Sinopsis Jodha Akbar episode 78


Blog, Updated at: 6:06 PM

0 komentar:

Post a Comment

Berita