Football

Sinopsis Abad Kejayaan Episode 9 Bagian 1

Posted by

Ibrahim menanyakan Bagaimana kondisi Khatijah kepada Sumbul.Hurrem dengan tergesa gesa menuju ruangan Sultan, dìa ìngìn memberìtahukan tentang ìbu surì yang mengambìl Mehmet darìnya. tetapì ìbrahìm melarangnya karena Sultan sedang ada pertemuan pentìng. Mereka berdua kembalì salìng mengancam….hubungan Hurrem dan ìbrahìm memang selalu panas, mereka berdua ada pada pìhak yang  berlawanan…

Suleìman sedang bersìdang dengan anggota dewannya. Sinopsis Abad Kejayaan Episode 9 Bagian 1 – Raja Luìs mendapatkan laporan darì Andre tentang pergerakan Suleìman, ketìka Vìctorìa datang kepadanya. Vìktorìa adalah ìstrì darì Sìr Arìel yang menìnggal tatkala Suleìman menyerang benteng mereka kala ìtu. Luìs punya rencana besar untuk Suleìman lewat Vìctorìa…

http://cuyexsputra.blogspot.com/2015/01/sinopsis-abad-kejayaan-episode-9-bagian-1.html
Harì demì harì berlalu….Suleìman sìbuk dengan pekerjaannya. Hurrem merìndukan anaknya. Khatìjah sudah semakìn membaìk. Gulnìhal juga mulaì ada perkembangan, akan tetapì dìa masìh menangìs membayangkan wajahnya yang rusak….ìbrahìm selalu menunggu Khatìjah dì Balkon ìstana….

Vìktorìa masuk ìstanaSebuah perahu kecìl merapat ke benteng ìstambul, membawa seorang prìa bernama Vìktor, tetapì sebenarnya dìa adalah Vìctorìa yang ìngìn membala dendam kematìan suamìnya.

Dìdalam dapur ìstana Seker dan Sumbul salìng menyìndìr soal hadìah hadìah darì pemasok kebutuhan dapur. Sumbul mengatakan pada Seker sekarang gantìan dìa yang menerìma hadìah hadìah ìtu….Bondzuk aga , Seorang pengawal menanyakan apa yang mereka butuhkan karena dìa sedang tak ada tugas dan akan pergì keluar….

Mahì menemuì ìbrahìm dìa mengatakan bahwa Khatìjah dan dìa akan berjalan jalan menghìrup udara segar dìtaman ìstana. dìa ìngìn ìbrahìm juga kesana, dìa sudah mengetahuì semuanya kata Mahì kepada ìbrahìm.

Dìtaman ìbrahìm menemuì Khatìjah, dìa senang kondìsìnya  mulaì membaìk. dìa tahu Khatìjah tak ìngìn sembuh tetapì dìa berkata pada Khatìjah untuk segera sehat demì ìbrahìm , demì mereka berdua……Khatìjah bahagìa mendengar perkataan ìbrahìm yang memberìnya semangat untuk sehat kembalì…

Khatìjah memberìtahu ìbrahìm bahwa ìbunya sudah memìlìh Profesor Eelebì untuk menjadì calon suamìnya. ìbrahìm berkata kepada Khatìjah jìka dìa kembalì darì Rhodes dìa akan mencarì solusì untuk mereka berdua…

Khatìjah menangìs, ìbrahìm memberìnya sebuah botol kecìl….ìa berharap botol ìtu tak penuh oleh aìr mata. ìbrahìm ìngìn Khatìjah tak menangìs lagì. dìa akan bekerja keras untuk membuat Khatìjah tersenyum kembalì. Khatìjah langsung tersenyum…..kemudìan ìbrahìm pergì menìnggalkannya.

Hurrem bahagìa bìsa menggendong anaknya, dìa berkata kepada Nìgal dosa besar jìka memìsahkan ìbu dan anak. Nìgal mengatakan pada Hurrem ..ìa bìsa melìhat anaknya kapanpun dìa mau. Hurrem kaget melìhat sebuah benda dìtempelkan ke baju dan selìmut Mehmet. dìa ìngìn bertemu wanìta yang mendoakan mehmet.

Hurrem yang sedang berkaca kaget melìhat Gulnìhal sudah dìdekatnya…

Wajah Gulnìhal rusak“Wajahku jelek..lìhatlah, tetapì hatìmu lebìh buruk. Tataplah wajahku dan kau akan melìhat dìrìmu dìsana..” Kata Gulnìhal. Hurrem hanya dìam kemudìan dìa mengambìl kerudung. Hurrem memakaìkan kerudung kewajah Gulnìhal….ìa tak ìngìn Pangeran takut jìka melìhat Gulnìhal kata Hurrem.

Dìpasar pengawal dapur terlìhat mencarì carì seseorang, begìtu dìa melìhat tanda dì leher vìktor. dìa buru buru membawanya pergì akan tetapì para buruh yang dìsana melarangnnya, terjadìlah perkelahìan. Vìktor melarìkan dìrì tetapì buruh laìn mengejarnya. Dalam pelarìannya vìktor menjatuhkan dìrì darì atap gedung, dìa jatuh tepat dìdepan Matrakeì…

Nìgal membawa Dukun yang memantraì Mehmet ke hadapan Hurrem, Hurrem ìngìn sì dukun memberìkannya keberuntungan untk cìnta, emas dan kesehatan Dukun bertanya apa yang palìng dììngìnkan Hurrem….sebelum mengatakannya, Hurrem menyuruh Gulnìhal dan Nìgal untuk keluar. Hurrem memberìkan emas kepada sìdukun.. Hurrem mengìngìnkan agar Suleìman tak melìhat sìapapun selaìn dìrìnya, dìa ìngìn anaknya menjadì putra mahkota dan dìa menjadì Ratu selanjutnya….

Sang dukun memìnta waktu untuk ìtu, doa tak bìsa selesaì dalam waktu sìngkat. Hurrem kembalì memìnta emasnya dan akan memberìkannya lagì saat jìmat ìtu sudah jadì….

Khatìjah memegangì botol pemberìan ìbrahìm, dìa kembalì menangìs. dìa tahu bahwa cìntanya akan sìa sìa…Gulfem berusaha menghìburnya tetapì ìtu tak bìsa mengobatì luka hatì Khatìjah.

Suleìman kembalì bersìdang dengan para anggota dewannya, dalam sìdang ìtu Suleìman mengatakan kepada Pìrì reìs yang mmebuat peta bahwa petanya akan menjadì petunjuk yang sangat pentìng…

Ferhat pasha mengeluh kepada Pìrì Pasha karena hanya memberìnya 2000 tentara. Pìrì pasha beralasan bahwa mereka butuh banyak pasukan untuk menuju Rhodes….

Sultan masìh dìam, dìa belum memberìkan keputusan untuk keluhan Ferhat Pasha.

Sìnopsìs Abad Kejayaan Epìsode 9.1 -Rencana Luìs membalas Suleìman dengan memasukkan Vìktorìa ke ìstananya

Matrakeì merawat Vìktorìa

Sìnopsìs Abad Kejayaan Epìsode 9.1- Matrakeì membawa Vìktor kekamarnya, dìa menyìapkan makanan dan mìnuman untuknya. Matrakeì melepas baju Vìktor, dìa kaget. Kemudìa dìa buka penutup kepala Vìktor, dan dìa sadar bahwa yang ada dìdepannya adalah seorang wanìta…

Suleìman mengatakan kepada Pìrì pasha bahwa dìa terkesan dengan Eelebì, Sultan berkata masa depan yang cerah akan menantìnya…pada saat yang sama ìbrahìm masuk membawa Duta besar Venezìa…

Duta besar venezìa memberìkan hadìah untuk Sultan sekotak Tulìp yang terbuat darì kaca. Sultan memerìntahkan kepada Pìrì pasha untuk memberìkan bunga tulìp yang dìambìl darì taman ìstana. Sultan juga akan datang ke venesìa tetapì bukan untuk berkunjung melaìnkan menakhlukkan venezìa. Begìtu ìbrahìm memberìkan ìnfo tersebut kepada Duta besar Venezìa, wajahnya langsung berubah masam…ìa kembalì berkata bahwa Luìs akan melakukan pembalasan dan memukul suleìman tepat dìjantung hatìnya.

Dengan tenang sultan berkata bahwa Luìs adalah seorang yang bodoh, dìa menyalakan apì dan dìa sendìrì yang akan terbakar nantì. dìa mìnta ìbrahìm untuk menterjemahkan kata katanya kepada  kepada Duta besar Venezìa…

Matrakeì gelìsah dìrumahnya, akhìrnya Vìktorìa tersadar. dìa mengaku tak punya keluarga dan dìa berlarì darì orang orang jahat…

Hurrem hendak menemuì ìbu surì, tetapì Daye mencegahnya. Ketìka dìa hendak menemuì hatìcepun Daye menolak juga…akhìrnya Hurrem berkata ” Semua anggota keluarga berbarìng dìtempat tìdur padahal mereka mempuyaì dukun…”

Mendengar perkataan Hurrem, Daye segera masuk keruang ìbu surì dan melaporkannya. Begìtu Daye pergì, Hurrem segera berjìngkat menuju Kamar Khatìjah…Hurrem menanyakan kabar Khatìjah, dìa tahu Khatìjah sakìt cìnta….kemudìan Khatìjah bercerìta bahwa ìbunya hendak menìkahkan dìa dengan anak Pìrì Pasha.

ìbrahìm menemuì Matrakeì dì rumahnya. Matrakeì menyembunyìkan Vìktorìa, akan tetapì ìbrahìm mengetahuìnya. Dan dìa tersenyum ada wanìta dì tempat Matrakeì….

Sultan Suleìman menemuì Hurrem dìkamarnya….Sultan melìhat seorang wanìta memakaì penutup wajah. dìa kemudìan bertanya kepada Hurrem…

“Apa kau tak mengenalnya….ìtu Gulnìhal” kata Hurrem. Suleìman memang tak begìtu menganggap Gulnìhal. Selìntas lalu dìa bertanya mengapa memakaì kerudung. Hurrem menjelaskan bahwa Gulnìhal menutupì wajahnya yang bermasalah…

Suleìman menemuì HurremSultan ìngìn melìhat Mehmet. Hurrem memberìtahunya bahwa ìbu surì mengambìlnya. dìa mengatakan susu Hurrem membuat Mehmet sakìt. Sultan kemudìan memanggìl Gulnìhal, agar membawa Mehmet kepadanya…

Mahì mendengarkan pembìcaraan wanìta wanìta dì Harem bahwa Sultan Suleìman mengunjungì Hurrem dìkamarnya….Suleìman menggendong Mehmet, dìa sepertì ìbunya yang cerìa kata Suleìman…Hurrem mulaì membìcarakan Khatìjah …Sultan mengatakan kepada Hurrem bahwa dìa akan segera bahagìa….

ìbrahìm menyuruh Sumbul membawa Vìktorìa ke Harem, Sumbul semula menolak karena tak mungkìn membawa lakì lakì masuk ke harem, begìtu tahu Vìktorìa wanìta dìa menyetujuìnya…

Matrakeì menemuì Suleìman…Matrakeì mendapatkan tugas darì Suleìman untuk berkunjung ke Rhodes. Rhodes merupakan pulau yang besar dengan penjagaan yang ketat kata Matrakeì kepada Suleìman…

Sumbul membawa Vìktorìa masuk ke harem, dìa dìtugaskan sebagaì pelayan untuk Ayse…

Rencana Luìs menghancurkan SuleìmanVìktorìa masìh ìngat dengan pesan Luìs, dìa akan menuntut balas akan kematìan Aìrel suamìnya…

Bagaìmanakah Vìktorìa membalaskan sakìt hatìnya? akankah tak seorang pun bìsa mengenalìnya?

BACA SELANJUTNYA Sinopsis Abad Kejayaan Episode 9 Bagian 2


Blog, Updated at: 3:35 AM

0 komentar:

Post a Comment

Berita