Football

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 87

Posted by

Rombongan Jalal yang terdiri dari pangeran Amer dan beberapa menteri Mughal dan rombongan Maharana Pratap yang terdiri dari Bharmal dan beberapa petingi Mewad dan Amer bertemu di satu titik. Suasana tegang tercipta seketika. Pratap menatap Jalal, Jalal balas menatapnya. Jalal bertanya siapa dia? Das menjawab kalau dia salah satu koleganya yang berasal dari sisodiya Rajput, anak tertua Raja Uday Singh dari Mewad, Rajkumar Pratap Singh. Bharmal memperkenalkan Jalal pada pratap dengan mengatakan, "dan ini menantuku...." Pratap memotong ucapan Bharmal, "...kaisar Dinasti Mughal, Jalaluddin." Bharmal

http://cuyexsputra.blogspot.com/2014/10/sinopsis-jodha-akbar-antv-episode-87.html
terkejut karna pratap tahu dia Jalaludin. jalal tersenyum dan mengatakan, "saya cukup terkenal di sini, ternyata.." Paratap menjawab, "benar. Semua orang di sini mengenalmu." Jalal bertanya bagaimana bisa?. Pratap menjawab, "saya rasa saya gak perlu memberitahumu." jalal mengejar, "kalau kau gak memberitahu saya alasannya, bagaimana saya tahu?" Pratap menatap Jalal dan berkata, "saya menolak untuk memberitahumu yang sebenarnya. Dan sekarang bukanlah waktu yang tepat. Dan ini adalah acara yang membahagiakan, saya gak ingin mengatakan sesuatu yang  negatif." Jalal berkata, "itu artinya gambaran tentang saya gak baik." Pratap menjawab secara diplomatis bahwa selain bharmal, semua raja rajput berpikir dirinya adalah raja yang gak baik. Jalal masih dengan tersenyum berkata, "saya sudah melihat dengan jelas dari matamu tentangku." Pratap menyahut, "seperti yang saya bilang, ini adalah acara yang sangat membahagiakan, jika bukan karna itu saya akan mengekspresikan perasaanku dengan cara lain." Jalal berkata kalau dirinya datang ke Amer bukan untuk berperang, kalau gak pedangnya pasti akan membalas kata-kata pratap. Pratap melarang jalal menganggap enteng keahlian pedangnya. Keduanya berdiri tegak saling tantang. Bharmal dan Das terlihat cemas. Pratap berkata kalau dia datang ke sini untuk menghadiri pernikahan putri Rajvanshi, dia akan menggunakan tanganya untuk memberkati dia dan gak ingin menggunakannya untuk mencabut pedang. Prata mengatakan kalau dirinya bisa membuktikan bahwa dirinya dapat menjadi teman yang luar biasa juga lawan yang lebih baik. jalal membalas kata-kata Pratap, "saya juga kesini untuk memenuhi tugasku sebagai menantu raja Bharmal, ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertarung. Jika kau mau minggir, saya akan melanjutkan perjalananku." Pratap berkata kalau Jalal lah yang menghalangi Jalannya. Keduanya kembali bertatapan membuat suasana menjadi tambah tegang. Tapi kemudian Pratap dengan sikap bangsawan rajputnya menyingkir dari hadapan jalal di ikuti oleh Bharmal dan rombongannya. Jalal menatap kepergian Pratap dengan menyerigai puas, dia berkata kalau lidah pratap lebih tajam dari pedangnya. Das berkata karena ini acara yang membahagiakan, dia ingin Jalal merasa bahagia. Das mengajak jalal melanjutkan perjalanannya. Tapi beberapa langkah kemudian, pratap dan Jalal menghentikan langkahnya bersamaan dan menoleh untuk menatap satu sama lain.

Menawati bertanya apakah Bharmal kuatir tentang persiapan pernikahan? Bharmal berkata gak, dirinya hanya berharap gak ada kejadian yang gak menyenangkan selama pernikahan Sukanya.  Dadisa melarang Bharmal mengatakan hal-hal yang negatif.  Bharmal mengatakan harus bagaimana lagi, karena itu kenyataanya. Dia tsayat ada rajvanshi yang akan berdiri menentang Jalal, bahkan mungkin ada yang mencoba berkonspirasi untuk membunuhnya. Menawati berkata kalau penjagaan keamanan mereka sudah sangat ketat, jadi gak ada yang perlu di kuatirkan. Bharmal memberitahu menawati, kalau masalah keamanan, gak ada yang gak bisa di terobos oleh pedang. Bharmal berkata kalau pratap datang dengan baik untuk menghadiri pernikahan Sukanya, tetapi jika dia bertemu sekali lagi dengan Jalal, bharmal tsayat kalau pratap gak bisa mengendalikan diri  maka akan ada percecokan diantara mereka berdua. Jodha datang ke ruangang itu tapi gak menghampiri mereka, dia hanya mendengarkan pembicaraan Bharmal dan dadisa. Dadisa menenangkan Bharmal kalau Pratap gak akan membuat masalah di pernikahan sepupunya. Dia pasti gak ingin bibinya jaiwanti bai merasa khawatir. Menawati mengatakan, kalau pratap telah berusaha menghilangkan permusuhan diantara dua keluarga. Kalau sampai pratap membuat kerusuhan, maka menawatilah yang patut disalahkan, karena Jalal dan pratap adalah tamu mereka. Menawati berdoa pada dewi amba agar gak membiarkan hal buruk terjadi selama acara pernikahan berlangsung. Dadisa juga turut berdoa. Jodha jadi ikut-ikutan kuatir juga. Dia segera bergegas pergi.

Sinopsis Jodha Akbar episode 87. Jalal sedang duduk dan minum sesuatu di kelilingi para pengawal. Jodha datang. Dan tanpa di suruh, semua pengawal segera keluar. Jalal menyuruh Jodha duduk. Jodha duduk di sofa di depan Jalal. Jodha mengatakan kalau dirinya ingin membicarakan sesuatu dengan Jalal. Jalal dengan cepat menyahut, "saya tahu. Kau gak akan datang padsaya kecuali kau punya sesuatu yang penting untuk di katakan. Katakan padsaya." Jodha bertanya pada Jalal apakah dia bertemu pratap hari ini? Jalal menjawab, benar. Dia bertanya kenapa hal itu menjadi penting sekali? Jodha berkata, "saya gak ingin pernikahan adikku beruba menjadi peperangan." Jalal tersenyum danberkata, "saya lega, akhirnya kau tahu kalau saya ini serorang kastria." Jodha memberitahu Jalal kalau ayahnya sangat tsayat Jalal dan pratap akan bertarung, "itulah kenapa saya kesini untuk memintamu agar gak bertarung dengan pratap." Jalal menatap Jodha dengan sedikit rasa kecewa, "jadi itulah yang mengganggumu. Kupikir kau kesini sebagai istriku yang kuatir  tentang saya, tapi kau hanya khawatir tentang ayahmu." Dengan polos Jodha menjawab, "ya. saya sangat mencintai ayahku." Jalal tertawa meledek, "syukurlah, segaknya kau tahu bagaimana cara mencintai. Segaknya  ayahmu gak tahu tentang kemarahanmu." Jodha menatap Jalal tak mengerti. jalal melanjutkan, "Ok, saya berjanji padamu saya gak akan melekukan serangan apapun, ~Jodha terlihat lega~ tapi tentu saja saya punya beberapa syarat." Jodha kembali tegang, "syarat apa?" jalal berkata, "syarat pertama, jika dia berusaha menghina agamsaya, orang-orangku, saya akan melupakan janji ini." Jodha setuju dan berkata kalau hal itu gak akan terjadi. Jalal menyebutkan syarat keduanya dengan tatapan mengoda, "syaratku yang kedua, selama saya ada di Amer, kau akan tidur di kamarku setiap malam." Joha terlihat bingung dan gak terima, "syarat macam apa ini? saya gak mau!" Jalal berdiri dan menshoos Jodha sambil meletakan telunjuk di depan bibirnya, "bicara pelan-pelan, ratu Jodha. Jika ada orang tahu kau gak mau tidur dikamar suamimu dan ternyata kau

bertengkar dengannya, maka ayahmu akan sedih sekali.  Kau gak ingin memberi dia perasaan khawatir, iyakan?" Jodha diam berpikir. Jalal tertawa senang, "Luar biasa! Kau bahkan gak bisa melawanku." Dengan tatapan mengintimidasi jalal bertanya, "katakan padsaya, ratu Jodha. Apakah kau mau menerima syaratku yang kedua?" Jodha terdiam lama, Jalal menunggu jawaban Jodha dengan gak sabar. Akhirnya dengan suara lirih dan nada terpaksa Jodha berkata, "baiklah." Jalal tertawa senang. Lalu dengan cepat dia duduk merapat di samping Jodha. Jodha menggeser tubunnya sedikit dan bertanya, "kenapa kau duduk dekat sekali dengan saya?" Jalal berkata kalau tanganya sakit sekali, "saya diserang macan karena dirimu. Jadi sekarang kau harus oleskan obat itu ditanganku, iyakan?" Jodha segera beranjak pergi dan beberapa saat kemudian kembali sambil membawa piring berisi ramuan obat dan kembali duduk disamping Jalal. Jodha mengulurkan tangan, Jalal meletakkan tangannya diatas tangan Jodha, sambil terus memandang Jodha dari samping,  tapi jodha bahkan gak melirik Jalal sama sekali, dia dengan serius mengoleskan ramuan obat keluka di tangan Jalal. Belum selesai Jodha mengoleskan ramuan, Jalal sudah cari alasan lain lagi untuk mengganggu Jodha, kali ini dia mengatakan kalau kepalanya sakit, dan meminta Jodha agar memijat kepalanya. Tanpa menunggu persetujuan Jodha Jalal segera duduk dilantai didepan Jodha. Jalal berkata kalau di Agra, biasaya pelayan yang melsayakan itu, tapi di Amer kalau dia menyuruh pelayan melsayakan ini, maka akan merusak citra raja Bharmal. Dengan kesal, ~tapi gak bisa membantah~ Jodha memijat kepala Jalal. Jalal mengoda Jodha lagi, menyuruhnya memijat dengan lembut dan jangan coba mencekiknya. Jodha gak menjawab, meski dengan kesal dia menuruti keinginan Jalal. Ketika memijat leher Jalal, Jodha melihat luka di punggungnya. Jodha menyuruh jalal membuka jubahnya. Jalal terkejut dan menoleh ke arah Jodha. Lalu dengan pura-pura malu Jalal berdiri memegang bajunya dan berkata, "ratu Jodha, saya seorang raja, apakah kau sedang berusaha mengambil kesempatan?" Jodha dengan jengkel berkata kalau dia akan megoleskan obat. Jalal tertawa nakal. Jodha berkata, "buka bajumu, saya akan menutup matsaya." Jalal dengan gaya menantang segera membuka jubahnya.  Jodha menunduk dan memejamkan mata. Jalal berdiri dengan punggung setengah terbuka di depan Jodha dan berkata kalau dirinya sudah siap. Dengan sedikit kikuk dan degdegan, Jodha mengoleskan obat di punggung Jalal yang terbuka. Sifat usil Jalal muncul lagi, dia mengoda Jodha dengan berkata, "saya gak tahu kenapa binatang-binatang ingin membunuhku. Pertama ular, lalu harimau, dan sekarang harimau wanita.." Jodha merasa terganggu, dia berhenti mengoleskan obat, dan menyuruh Jalal mengoleskannya sendiri. lalu dengan kesal dia meninggalkan Jalal yang menyerigai puas.

Sinopsis Jodha Akbar episode 87. Sharifudin menemui Adham yang sedang duduk di kamarnya. Sahrifudin bersyukur karena gak seorangpun penyerang jalal di danau ditemukan dalam keadaan masih hidup, kalau gak mereka pasti sudah ketahuan. Adham berkata kalaupun ada yang hidup gak apa, karena dia menutup wajahnya saat bicara dengan para penyerang itu, jadi sharif tak perlu khawatir.  Sharif berkata kalau sekarang penjagaan di sekitar Jalal semakin di perketat melebihi harapannya, sehingga gak ada kesempatan untuk menyerang jalal. Adham menyuruh Sharif melihat sisi baiknya, karena semakin banyak orang, maka akan semakin sulit menemukan pelsaya penyerangan terhadap jalal. Sharif berkata kalau dirinya gak percaya dengan ide Adham tapi melihat semangat adham , dia jadi punya harapan.

Javeda sedang ngobrol dengan pelayan ketika maham datang. Maham menyuruh pelayan pergi dan bertanya pada Javeda apa yang dilsayakannya bersama pelayan-pelayan itu? Javeda menyapa Maham dengan sebutan massa  dan bukan Ami jaan. Maham terkejut. Javeda mengatakan kalau dia belajar bahasa Amer dari para pelayan. Dan dia senang karena bahasa mereka sangat indah. Contonya kalau memanggil ayah babusa, ibu masa. javeda juga mengatakan dalam logat amer nama Maham akan menjadi mahamsa, adham emnjadi adhamsa, dan kalau yangmulia.... Maham membentak Javeda karena bicara ngelantur dan lagi mereka hanya tamu dan gak akan tinggal di sini. Javeda bilang bagaimana kalau suatu saat mereka harus tinggl di sini? Melihat sikap adham, sepertinya tak lama lagi mereka akan di usir dari agra. Javeda juga bertanya kenapa maham marah padanya? Maham seharusnya bangga karena dia belajar bahasa baru dengan cepat. maham meminta Javeda menjaga kehormatannya dan gak bergaul dengan pelayan. javeda memuji kalau orang amer sangat baik. Maham berkata kalau begitu tinggal saja di Amer, jangan ikut pulang ke Agra ~maham ngarep~ tapi Javeda berkata, " tentu saja gak. Kau akan sangat merindukan saya di agra, saya gak akan membuatmu menderita." Maham merasa putus asa, dia berkata kalau hari ini dia yakin kalau anaknya adham khan di kutuk dengan nasib buruk. Javeda membenarkan. Contohnya, adham gak pernah bisa mewujudkan impiannya menjadi kaisar. Maham marah dan mengatakan javeda idiot karena gak tahu kapan harus menutup mulut. Jika javeda berani mengatakanya lagi, Maham akan memotong lidahnya. javeda langsung bungkam. Maham berkata kalau setiap kali Javeda bukan mulut hanya bicara omong kosong saja. Javeda diam. Lalu maham bertanya, "adham khan kemana?" javeda tetap diam. Maham bertanya lagi. Javeda tetap bungkam. ~tsayat lidajnya di potong kali ~ Akhirnya maham jengkel  dan pergi sambil membawa tekok air.

Jalal masuk ke ruangan. Dari arah lain Jodha juga masuk keruangan yang sama di iringi pelayan yang membawa nampan pemujaan. Pelayan berkata kalau Jodha terlihat bahagia. Jodha menjawab, benar, karena dia akan mengunjugi kuil dewi Ma di AMer. Mereka berpapasan dengan hamida , Menawati, Dadisa dan rombongan. Jodha menyentuh kaki hamida dan memberi salam pada masa dan dadisa. Hamida bertanya dari mana saja Jodha pagi ini? Jodha menjawab kalau dirinya bangun kesiangan karena semalam tidur terlalu larut. Hamida tersenyum penuh pengertian.  Menawati dan Dadisan juga saling pandang dan tersenyum. JOdha melihat keduanya dan baru menyadari kalau ada yang salah dengan kata-katanya. Mereka pasti menduga yang bukan-bukan. Jodha bermaksud meralat ucapannya tapi Hamida berkata kalau seorang wanita akan tidur lebih nyenyak di rumah orang tuanya sendiri.  Jalal menghampiri Jodha dan para wanita. Jalal memberi salam pada Hamida, menawati dan dadisa.  Jodha melihat jalal dan menunduk. Menawati tersenyum. Dadisa bertanya pada jodha bukankah dia akan pergi ke kuil dewi kali? Jodha menjawab benar. Dadisa mengusulkan agar mengajak Jalal. Jodha dengan halus menolak, agama mereka berbeda,  jalal mungkin gak mau pergi.  Jalal malah bertanya kenapa gak? Jodha hindu tapi pernah menemaninya ke Ajmer sharif, lalu apa salahnya kalau sekarang dia yang menemani Jodha ke mandir? Hamida terlihat senang. Menawati segera memberi pesan pada pelayan kalau jalal akan pergi ke mandir, dan menyuruh khangar singh mengatur keberangkatan mereka. Jalal mengajak Jodha berangkat ke mandir. Jodha terlihat gak senang mengajak Jalal tapi gak bisa membantah perintah dadisa.

Sinopsis Jodha Akbar episode 87. Jalal, Jodha  dan rombongan tiba di kuil dewi Ma yang terletak diatas gunung. Kuilny s angat besar dan megah. Atgah memberitahu Jalal kalau dia sudah memeriksa sekitar kuil dan semua aman. Jodha dengan heran bertanya apa menurut Jalal akan ada orang yang menyerangnya di tempat ini? Jalal menjawab, "tentu saja gak. ~setengah mengoda Jodha~ Selama kau bersamsaya, saya rasa gak ada yang perlu dikhawatirkan, karena kalau terjadi sesuatu padsaya, kau tahu bagaimana menyembuhkan saya." Jodha berkata kalau Jalal sudah selesai mengejeknya, mereka akan masuk kedalam. Jodha melepas sandalnya, begitu pula Jalal. Jalal hendak melangkah masuk kekuil, tapi Jodha mencegahnya. Jodha melarang jalal membawa pedang kedalam kuil. Jalal semula keberatan. tapi setelah Jodha mengingatkan dia kalau waktu ke Ajmer sharif dia juga gak membawa pedang saat masuk kedalam, Jalal menurut. Dia menyerahkan pedangnya pada Atgah, bukan itu saja, dia juga melepas turbannya. Lalu mereka masuk kedalam.

Jodha berdiri di depan patung Dewi kali dan menyembahnya. Jalal mengangkat tangan untuk berdoa, tapi dia ingat di Ajmer sharif Jodha berdoa ikut caranya, jadi di kuil ini, Jalal juga berdoa ikut cara Jodha. Jodha menghentikan doanya dan menoleh kearah Jalal. Jalal bertanya apa lagi yang harus di lsayakan? Jodha gak menyahut. Matanya berkaca-kaca, dia teringat sumpahnya pada dewi kali untuk membawa kepala Jalal di kakinya. Jodha merasa sedih karena kini dia gak dapat memenuhi sumpahnya itu. Jalal melihat Jodha menanggis menjadi heran dan bertanya, "ada apa Jodha? Biasanya kau terlihat damai setelah berdoa, tapi kenapa hari ini kau terlihat sedih?" Jodha menjawab, "saya marah pada diriku sendiri. Dewi selalu mengabulkan setiap dosaya, tapi saya hanya berjanji satu hal, akan meletakan kepalamu di kakinya. Tapi saya telah di takdirkan untuk menjadi istrimu, maka saya gak akan bisa memenuhi sumpah itu, bagaimana mungkin saya memenggal kepala suamiku?" Jalal menatap Jodha dan berkata, " jadi kau ingin menyimpan kepalsaya di kakinya?" Jalal berjalan kearah patung dewi kali, lalu meletakkan kepalanya di kedua kaki patung dan mencium altar tempatnya berdiri. Lalu Jalal berdiri dan menengok kearah Jodha. Jodha melihat tanda merah dikening Jalal. Jalal berkata, "kau gak perlu memenggal kepalsaya untuk memenuhi sumpahmu. Yang harus saya lsayakan adalah menundukan kepalsaya didepan sang dewi..." Sinopsis Jodha Akbar episode 88


Blog, Updated at: 6:27 PM

0 komentar:

Post a Comment

Berita