Football

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 86

Posted by

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 86

Tentara Mughal bersenjata panah di bawah komando atgah khan muncul. Mereka serentak menyerang para penyerang Jalal. Para penyerang berjatuhan terkena panah prajurit mughal. Jalal menepuk punggung Jodha dan menyuruhnya agar jangan bergerak dan tetap menunduk. Jalal beranjak mengambil dayung yang ditinggalkan juru kemudi. Hujan anak panah sudah reda, Jalal membantu Jodha duduk dan berkata agar Jodha jangan khawatir. Sesaat nampak di air muka Jalal, rasa peduli yang sangat besar akan keselamatan Jodha. Bahkan sepertinya dia lebih peduli pada keselamatan Jodha di bandingkan keselamatannya sendiri. Jalal mendayung perahu menuju tepian danau.

http://cuyexsputra.blogspot.com/2014/10/sinopsis-jodha-akbar-antv-episode-86.html
Di perkemahan, Atgah memerintahkan prajuritnya agar meningkatkan penjagaan lebih ketat lagi karena penjagaan seketat ini saja penyerang masih bisa menyerang Jalal. Jalal datang dan mengatakan pada Atgah agar gak seorangpun tahu tentang serangan ini. Dan Jalal meminta atgah untuk menyelidiki siapa dalang di baling penyerangan ini. Jalal meminta Atgah mengikutinya ke dalam kemah. Di sana Jalal mengungkapkan kecurigaannya, tapi Jalal meminta Atgah untuk merahasiakan dugaannya ini. Atgah setuju dan meminta Jalal mengatakan padanya. Jalal berkata, "saya selalu memikirkan ini, walaupun di jaga dengan begitu banyak tentara, masih ada orang yang berhasil masuk kedalam sistem keamanan kita dan menyerang ku. Bagaimana mereka bisa berhasil mendekati saya dan melewati pos penjagaan di luar?" Atgah menyahut kalo itu tak mungkin. Jalal melanjutkan, "atgah khan, kurasa seseorang dari kemah kita inilah dalangnya. saya ingin kamu tetap waspada. saya ingin kamu mencari tahu tapi jangan sampai ada orang lain tahu siapa pengkhianat diantara kita itu. Siapa yang menginginkan saya mati?"

Sharif berkata di depan Adham dengan kesal, dia berkata kalo sangat mudah sekali mencari tahu siapa pengkhianat itu. Adham berkata dia gak mau membuang-buang waktu berpikir, adham gak percaya pada pemikiran tapi pada tindakan. Sharif berkata karena tindakannya itulah kini Jalal semakin memperketat pejagaan sehingga mereka akan semakin kesulitan mendekatinya. Sharif meminta adham untuk mengendalikan diri dan bersabar, sebab kalo gak, hidupnya nanti akan berakhir di penjara. Adham menyahut kalo orang yang sabar gak akan menjadi raja. Adham menyuruh sharif bersabar kalo dia mau, sebab dirinya akan terus berusaha untuk membunuh Jalal.

jodha akbar 86aSinopsis Jodha Akbar episode 86. Jalal sedang duduk di tempat tidur ketika Jodha masuk ketendanya. Jalal bertanya, "apa yang sedang kamu lsayakan di sini, ratu Jodha? apa kamu yakin gak salah masuk tenda?" Jodha menyahut kalo dia masuk tenda yang benar, "saya ingin memberitahumu ...malam ini...saya akan tidur dikemahmu." Jalal menyingkap selimutnya dan turun dari tempat tidur mendekati Jodha. Dia mengatakan kalo ini pertama kalinya seseorang memerintah raja. Jodha berkata kalo Jalal gak akan dapat menolak dirinya. Jalal bertanya, "kenapa?" Jodha menjawab karena hamida yang menyuruhnya. Jalal tersenyum dan berkata, "jika dia yang memintamu datang kesini, saya gak bisa menolaknya. kalo gak, kamu gak akan menyukainya, benarkan ratu Jodha? ok, saya ucapkan selamat datang ketendsaya, saya gak keberatan berbagi tenda denganmu malam ini." Jodha terlihat kikuk dan berkata kalo dia akan tidur di sofa saja. Jalal melarang, jalal memyuruh Jodha tidur di tempat tidur,  biar dia yang akan tidur di sofa. Jodha menolak, "gak. saya gak ingin bantuan apapun darimu. saya mengenalmu, kamu akan meminta balasan dari pertolonganmu ini. saya tak apa-apa tidur di sini." Jalal tertawa, "baiklah. kalo begitu semoga tuhan menjaga ular dan kalajengking. Karena saya gak akan bisa menyelamatkan mereka malam ini, karena saya terlalu lelah setelah menyelamatkan nyawa orang lain." Jalal mengucapkan selamat malam pada Jodha, lalu duduk menyandar ditempat tidur, memasang selimut dan memejamkan mata. Jodha melirik Jalal dan teringat insiden ular, dengan ragu-ragu Jodha beranjak ke sisi lain tempat tidur dan duduk disana. Jalal tersenyum dan mematikan lilin. Jodha melihatnya dan dengan suara lirih dia bertanya kenapa jalal mematikan lilinnya. Jalal mendengarnya tapi gak menyahut. Jodha berkata kalo sekarang dia bahkan gak bisa meminta Jalal untuk menghidupkan lilin itu lagi. Jalal membuka mata, melirik Jodha, tersenyum lalu memejamkan matanya lagi. Jodha gak melihatnya.

Narator berkata:

    Amer sedang di hias dengan sangat indah untuk menyambut keluarga mughal. Bagaimanapun ini adalah pertama kalinya dalam sejarah orang mughal di undang untuk hadir di acara pernikahan rajput.

Semua anggota keluarga mempunyai kesibukan masing-masing. Dadisa sibuk mengatur para pelayan. Shivani menghias lantai. Mena mempersiapkan hadiah dan mengusir anak-anak yang mengganggunya. Sukanya mencoba berbagai perhiasan yang di sodorkan padanya. Bharmal sedang berbicara dengan seseorang ketika pengawal memberitahu dia kalo Jalal dan keluarganya sudah tiba. Semua orang bergegas menyambutnya. Menawati melsayakan arti penyambutan tamu.  Bharmal berkata, "ini pertama kalinya setelah menikah, putriku dan suaminya datang  ke istana kita. Ini adalah acara yang sangat spesial untuk kami, yang mulia. mari silahkan masuk."

jodha akbar 86bSinopsis Jodha Akbar episode 86. Semua terlihat senang menyambut tamu mughal. Tapi dari pihak mughal sendiri adham dan sharifudin terlihat gak bahagia. Jodha juga gak terlihat terlalu bahagia. Dia seperti menyimpan beban. Bahkan ketika Menawati mendekatinya, Jodha mengabaikan mena begitu saja dan menghampiri adik-diknya. Menawati sedih dengan sikap Jodha. Jodha pergi ke kamarnya ditemani pelayan. Pelayan berkata kalo kamar Jodha gak berubah, semuanya terlihat seperti sebelum di tinggal Jodha. Jodha menyuruh pelayannya untuk pergi menemui keluarga mereka masing-masing. Jodha duduk di tempat tidur. Mengingat semua kenangan yang pernah di milikinya di Amer, seperti pertengkarannya dengan Sukanya. Menawati masuk kamar Jodha dan menutup pintunya. Menawati menghampiri Jodha, mengelus kepalanya dan berkata, "Jodha, anakku..." Tapi Jodha menyambutnya dengan dingin. Mena berkata, "saya tahu kamu marah padsaya, itulah sebabnya kamu menolak bertemu denganku, iyakan?." dengan menahan airmata jodha menjawab, "ya, ibu. saya marah padamu. kamulah orang yang paling kupercaya. Tapi kamu tak ada saat saya membutuhkanmu. kamu menyakiti perasaanku. kamu menolak membawsaya kembali ke Amer di depan anggota dewan.  Lalu kamu pergi dari agra tanpa mau bertemu denganku. Apa yang telah saya lsayakan sehingga mendapat perlsayakan seperti itu, ibu?" Jodha membalikan badan, menatap mena dengan berderai air mata. Jodha juga menatap sekeliling kamarnya, "saya datang ke amer setelah sekian lama, dan belum ada yang berubah di kamar tidurku ini, semua masih tetap sama. Hanya kamu yang berubah ibu. kamu gak mau membawsaya pulang ke Amer bersamamu. Apa kamu sadar? Apa yang kurasakan saat kamu menolak membawsaya bersamamu?" Menawati dengan sedih menatap Jodha dan berkata, "apa kamu tahu bagaimana perasaanku? Saat saya tahu kalo kamu mau kembali ke Amer? Seorang ibu harus berhati-hati saat menikahkan putrinya. Hanya karena kamu sering mengalami masalah setelah menikah, bukan berarti kamu bisa kembali ke rumah orang tuamu. Jika saya menerimamu kembali, itu menandakan hubunganmu dengan yang mulia sudah berakhir. ~mena menanggis~ saya mohon cobalah untuk mengerti, Jodha. kamu akan mengerti apa yang kurasakan saat kamu menjadi seorang ibu. " Jodha menatap Mena dan memeluknya. Keduanya saling bertangisan. Jodha berbisik di telinga mena kalo dia sangat mencintai mena dan gak bisa marah selamanya. Tak perduli semarah apapun dirinya. Shivani dan sukanya masuk ke kamar Jodha dan mengoda mena dengan mengatakan kalo ibu mereka sepertinya sedang memberikan semu akasih sayangnya pada putri kesayangannya saja. Shivani berkata kalo dirinya juga ingin menghabiskan waktu bersama Jodha. Mena dan Jodha menghapus airmatanya. Sukanya dan shivani memeluk Jodha. Mena tertawa bahagia melihat keakraban putri-putrinya. Sukanya berkata kalo dirinya merindukan pertengkaran dengan Jodha. Shivani gak mau kalah, dia juga merindukan Jodha.  Jodha memberitahu adiknya kalo dia membawa banyak hadiah dari agra untuk mereka. Shivani dan Sukanya berebut siapa yang duluan melihat hadiahnya. Jodha meminta mereka agar tenang dan melihatnya bersama-sama.

jalal bersama Maham danbeberapa menteri mughal di jamu oleh das. Das mengaatakan pad Jalal kaleu dirinya belum sembuhbenar, karena itu tabib kerajaan akan selalu ada disini menunggu perintahnya. Tabib memberihormat pada Jalal, Jalal menyambutnya dan berkata, "gak perlu repot-repot saya baik-baik saja." Das menawarkan Jalal melihat-lihat istana Amer setelah makan.  Jalal menyambut tawaran itu dan mengajak mereka melihat-lihat istana sekarang. Tapi Maham memintanyaagargak keluar istana, karena itu berbahaya bagi keselamatan Jalal. Jalal berkata agar Maham jangan khawatir, selama Das dan saudara-saudaranya ada bersama dia, hidupnya gak akan berada dalam bahaya, mereka telah membuktikannya di medan perang. Dengan di dampingi Das bersaudara, Jalal meningalkan perjamuan.

Sinopsis Jodha Akbar episode 86. Seorang pelayan lewat di depan Adham. Adham langsung menatapnya dengan bergairah. Maham yang melihat adham segera memanggilnya dan menyuruhnya makan saja. Sharifudin geleng-geleng kepala melihat kelsayakan adham.

Pratap dan rombongannya tiba di istana Amer. Bharmal menyambut dia dan mengucapkan terima kasih atas kedatangannya. Dadisa menanyakan kabar ibu pratap. Pratap menjawab, "dia baik-baik saja. Dia berdoa pada tuhan, agar para penjahat itu pergi dari tanah kita." Dadisa langsung terdiam, begitu pula Bharmal dan menawati. Bharmal berharap kedatangan Pratap akan membantu mempererat tali persaudaraan mereka. Pratap berkata, "yang mulia, putri keduamu itu akan menikah dengan seorang Rajput, itulah kenapa saya menerima undanganmu. Jangan khawatir, saya datang kesini bukan sebagai ksatria, tapi untuk menjalankan tugasku sebagai seorang pangeran. saya datang atas perintah bibiku." Bharamal saling pandang dengan menawati dan dengan senang hati mengajak pratap melihat kamarnya.

Jalal mengagumi keindahan istana Amer. Dia berkata kalo arsitekturnya sangat baik. Saat dia datang kesini untuk menikah, dia gak puny awaktu untuk melihat-lihat. Tapi Jalal senang karena akhirnya dia dapat melihatnya hari ini.

Narator berkata:

    pernikahan adalah acara yang sangat menyenangkan yang bisa mempersatukan semua keluarga, bis amempererat tali persaudaraan. Tapi pernikahan kali ini sangat berbeda, beberapa orang yang di undang untuk hadir, punya tujuan sendiri. Mereka datang kesini untuk mengenal musuh mereka. Dua orang penting berkedudukan tinggi ada di Amer di waktu yang bersamaan. Raja Jalal dan pangeran pratap. Bharmal dan semua keluarga Amer merasa tsayat, jika mereka bertemu akan terjadi percecokan.

Jalal berdiri di balkon istana Amer dan melihat kebawa, dia ingat saat dia menyamar dulu. Jalal berkata, "itu kuilmu kan? Dan disana itu pasarnya. Jalan itu menuju ke danau dimana para wanita merayakan ganghaur puja di sana, iyakan?" Das membenarkannya dan berkata kalo Jalal mempunyai mata yang sangat tajam dan ingatan yang bagus. Ditempat lain pratap berkata, "seorang ksatria punya penglihatan yang tajam dan ingatan yang kuat. Jika seorang ksatria memiliki itu dia gak akan terkalahkan." Pratap melihat prajurit mughal sedang berjaga, dalam hati dia berkata, "tentara mughal itu ternyata sangat banyak, sekitar 5000 orang, dan penjagaan untuk Jalal juga sangat ketat. saya harap saya dapat segera berhadapan lansung dengan musuhku itu. Itu bisa membantuku untuk mengetahui dia lebih jauh lagi." Melihat Pratap melihat pasukan Mughal berlama-lama, Bharmal terlihat cemas. Dia segera mengajak Pratap melanjutkan langkahnya. Diatas balkon, Jalal melihat penjagaan yang sangat ketat dan bertanya apakah itu untuk dirinya? Das membenarkan, "saya tahu anda datang kesini karena anda suami adikku, tapi anda juga seorang kaisar. Sudah menjadi tugas kami untuk memastikan anda aman selama berada di sini." Jalal berkata, "kamu benar. Sikap dari teman kaisar itu lebih berbahaya dari musuhnya. saya mungkin tak akan lama lagi akan berhadapan langsung dengan musuhku, ayo." Jalal dan rombongan meneruskan langkahnya. Dari arah lain Pratap juga sedang menuju ke titik sama. Das melihat itu dan cemas, das tsayat kalo mereka bertemu akan terjadi percecokan, begitu pula yang di pikirkan  bharmal. Tapi pertemuan jalal dan pratap gak dapat dihindarkan karena mereka telah berpapasan jalan. Kedua rombongan berhenti. Pratap menatap jalal, Jalal balas menatapnya. Suasana menjadi tegang.....Sinopsis Jodha Akbar episode 87


Blog, Updated at: 11:31 AM

0 komentar:

Post a Comment

Berita